Pembentukan karakter kejujuran

Siswa kelas As Salam (2B) SD Muhammadiyah 6

Para siswa sedang mencoba mengimplementasikan salah satu sifat wajib Rosul yaitu sifat Shiddiq(benar/jujur)dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam mengerjakan soal,mereka berusaha untuk bersifat shiddiq dengan tidak mencontek satu dengan yang lain, mereka paham bahwa sangat mahal harga kejujuran saat ini. (MAA)

SD Muhammadiyah 6 goes to “Sekolah Unggulan”

Sebelah kiri : Ustadz Basirun (Kaur ISMUBA), Ustadz Nurun Naharo (Kaur Humas)
Sebelah kanan : Ustadz Munahar (Kepala SD Muhammadiyah 6), Ustadz Azis

Alhamdulillah, kemarin (13/9) Ustadz Aziz telah melaksanakan visitasi di SD Muhammadiyah 6 Surabaya dalam rangka kegiatan Sekolah Unggul yang diselenggarakan oleh PW Muhammadiyah Jawa Timur.

Penguatan karakter melalui surat menyurat

Siswa-siswi Kelas 3B SD Muhammadiyah 6 Surabaya saat antri di kantor pos.

Pagi ini, Senin (11/9) di kantor pos yang beralamatkan Jl. Bendul Merisi No.10, Jagir, Wonokromo, terlihat ramai dari biasanya. Bukan karena banyaknya antrean warga mengirimkan surat atau paket, namun karena hadirnya siswa-siswi SD Muhammadiyah 6 Gadung yang hendak mengirim surat.

Mereka datang 07.30 lebih awal dari sekolah guna mengantre membeli perangko dan menerima penjelasan dari petugas pos.

Menurut Guru kelas 3B Al Jabbar Zainul Masduki, “Kegiatan ini merupakan bagian penguatan karakter dalam pembelajaran tematik yang disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Saat ini mereka sedang belajar tentang surat menyurat, selain itu anak-anak bisa belajar berinteraksi, belajar mengantri, berolahraga karena berjalan dari sekolah ke kantor pos dan yang pasti anak bisa belajar nan menyenangkan”.

”Bekerja sama dengan Kantor Pos, para siswa dapat mempratekkan langsung bagaimana tata caranya mengirim surat, mulai tata letak penulisan alamat pengirim, alamat yang dituju dan letak perangko,” jelasnya

Sebelumnya anak-anak diberi pengarahan mengenai komponen perangko, penulisan nama pengirim dan penerima, serta cara memberikan stempel pos pada surat oleh salah satu staf pos ibu Nanik.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan “Komponen perangko yang benar adalah memiliki gambar, terdapat nominal sebesar Rp 3.000, nama negara, dan gerigi-gerigi yang berada di samping kanan kiri perangko”.

”Kalau nama pengirim ditulis di sampul belakang amplop, sedangkan nama penerima ditulis di sampul depan amplop. Kemudian perangko ditempelkan di pojok kanan atas depan surat dan di cap untuk mematikan perangko yang hanya sekali pakai,” ujarnya bu Nanik kepada para siswa.

Rania, Salah satu siswi kelas 3B, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Ini pengalaman baru baginya, dia sebelumnya tidak mengetahui cara pengiriman surat. ”Seneng banget, sekarang jadi tahu cara surat menyurat, dan caranya mengirim surat,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan para siswa dapat mengetahui secara detail tentang surat-menyurat dan merasakan pengalaman baru dalam mengirim surat sendiri. Terlebih pada era modern ini, Kantor Pos sudah mulai beralih fungsi menjadi pengiriman paket. Dunia gadget yang marak di kalangan anak-anak memberi nilai positif dan negatif, disisi lain anak bisa mengakses dan berkirim kabar dengan cukup di kamar, namun di sisi lain anak-anak jadi malas menulis dan jarang berintetaksi secara langsung. (Masduki)